Sabtu, 28 Desember 2013

Cara Menginstal Windows 7 dengan Flashdisk (Basic)

Kalau dulu untuk menginstal sistem operasi harus menggunakan CD atau dengan hardisk lain, namun sekarang Anda dapat menginstal sistem operasi dengan flashdisk.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menginstal operating system dengan menggunakan flash disk, baik itu Windows 8, Windows 7, windows XP maupun Linux. Di sini saya secara khusus membahas tentang menginstal Windows 7. Operating sistem yang lain hampir sama, namun ada yang perlu perlakuan khusus.

Secara garis besar, menginstal Windows 7 melalui flashdisk dibagi menjadi 3 :
1. Mempersiapkan file installer, bisa file terekstrak maupun file siap pake (ISO bootable).
  • a. Anda dapat memperoleh file ISO dengan mendownloadnya dari internet (2,4GB - 3,6GB), atau membuat file ISO dari file terekstrak dengan menggunakan software tertentu.
  • b. Jika memiliki file terekstrak pun misanya dari CD Windows 7, Anda dapat menginstall Windows 7 tanpa mengubahnya menjadi file ISO.
2. Membuat flashdisk yang siap digunakan untuk instal Windows 7.
Secara garis besar, Anda dapat melakukan tahap ini dengan 2 cara, tinggal pilih salah satu :
  • a. Cara manual, dengan teknik tertentu, Anda dapat melakukan Copy-Paste ke dalam flashdisk.
  • b. Menggunakan software. Ada beberapa software yang dapat digunakan untuk membuat flashdisk Anda dapat digunakan untuk menginstal Windows 7.
Tetapi apapun caranya, secara garis besar, mempersiapkan flashdisk menjadi bootable windows 7 ada 2 langkah, tetapi Anda tidak akan mengetahuinya kalau menggunakan software.
Pertama, membuat  flashdish menjadi bootable. Kedua, copy file Windows 7 terekstrak ke dalam flashdisk.
3. Instal Windows 7 ke komputer Anda.

Mengetes File ISO : Windows XP, Windows 7, Linux dengan Menggunakan VMWare Player Free

Punya file ISO untuk menginstal Windows 7, tapi ragu apakah file yang Anda punya bisa diinstal dengan baik? 

Ada cara yang cukup membantu untuk mengetahui apakah file ISO Anda corrupt atau tidak. Saya menganjurkan Anda mengetesnya dengan VMWare Player.

VMWare Player adalah perangkat lunak yang merupakan mesin virtual. Dengan software ini, Anda seperti menjalankan OS (operating system) dalam OS aktif Anda. Seperti menjalankan PC dalam PC. OS yang akan Anda instal pun bisa lebih dari satu, dan hebatnya lagi tidak akan mempengaruhi OS aktif Anda saat ini. Hanya saja, memori dan resource prosesor Anda akan terpakai banyak, sehingga ketika menjalankan program lain akan terasa berat. Namun Anda bisa mengatur berapa besar memori yang boleh digunakan program ini.

Ada 2 istilah OS yang digunakan dalam VMWare Player. Pertama, host OS : OS yang terinstall saat ini, tempat di mana VMWare Player akan diinstal. Kedua, guest OS : OS yang akan diinstal di dalam mesin virtual Anda.

Guest OS yang dapat Anda install adalah:
Windows
Desktop
Windows 3.1, Windows95, Windows 98, Windows ME, Windows XP, Windows 2000, Windows Vista, Windows 7, Windows 8
Server
Windows NT, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, Windows Server 2008, Windows Server 2012
Linux
Desktop
Red Hat Enterprise, Suse Linux Enterprise Server, Suse Linux Enterprise Desktop, Ubuntu, Turbolinux, Mandriva Linux, Debian, Fedora, Mandrake Linux, OpenSUSE
UNIX


BSD







Spesifikasi :
Version   :
File size  :
CPU         :
6.0.1
93.94MB (98,508,144 bytes)
  • 64-bit x86 CPU Intel or AMD
Host OS   :        
License   :
Windows 2000 / XP / Vista / Windows7 / XP64 / Vista64 / Windows7 64 / Windows8 / Windows8 64
  • Freeware

Senin, 23 Desember 2013

Cara Mengembalikan Data yang Terhapus Permanen

Pusing karena data di hardisk atau flashdisk hilang?

Ada beberapa software yang dapat digunakan untuk mengembalikan data yang hilang. Semua memiliki kelebihan dan kekurangan. Dari yang gratis sampai berbayar, dari yang prosesnya cepat sampai yang butuh waktu lama, dari yang kemampuannya mengecewakan sampai yang memuaskan.

Apabila dilihat dari tingkat hilangnya data di media drive, ada beberapa tingkat kesulitan dalam recovery file dari data Anda :
1. Data yang sudah tidak dapat diselamatkana
    File yang sudah dihapus dari
2. Data yang informasi filenya ada, tetapi sudah rusak
3. Data yang masih bisa diselamatkan
    File yang baru dihapus dari disk biasanya relatif lebih mudah diselamatkan. Syaratnya